Minggu, 22 April 2012

Sungguh, Aku Tetap Lebih Cinta Rabb-ku!

Allah!
Kuatkan tubuh dan jiwaku agar aku bisa mengoptimalkan cintaku pada-Mu
Aku tak mau Kau duakan
Aku mau Kau hanya untukku
Begitupun hatiku..
Hatiku cukup terpaut pada dua saja
Kau dan dia

Tahukah Engkau akan semua ini? Akan akhir cerita ini?
Mengapa tak Kau beri tahuku?
Mengapa Kau biarkan aku mencintainya?

Dia Ya Allah!
Dia yang senyumnya menggembirakanku
Yang kehadirannya aku tunggu
Yang suaranya menggetarkan hatiku
Kata manisnya melambungkan mimpiku
Cintanya..
Cintanyalah yang membuatku tak berdaya

Sejak Kau perkenalkan dia dalam diary hidupku,
Kuyakin Kau telah merencanakan untuk menganugerahiku rasa ini
Bahkan hingga kini Kau tetap biarkan aku mencintainya..


Dikutip dari novel favoritku, Alunan Vektor Allah yang begitu menginspirasi lorong-lorong kehidupanku..

Selasa, 17 April 2012

Manusia Paling Hebat di Duniaku

Hmm, sebenarnya kalau ada yang bertanya padaku, "Siapa manusia paling hebat di kehidupan kamu?" tanpa 'mikir dulu' dan terjadi reaksi spontan dari mulutku, pasti aku langsung jawab IBU! Dia tak hanya hebat, tapi LUAR BIASA. Bahkan bila ada kata yang mampu melebihi luar biasa, mungkin itulah kata yang akan aku pakai untuk menggambarkan bagaimana sosoknya. 16 bahkan hampir 17 taun yang lalu sejak aku menulis ini, ibu memang sangat pantas untuk aku banggakan dan aku ceritakan pada semua orang, kalau aku bangga jadi anaknya! 28 JUNI 1993 saat aku mulai bernafas dibumi, ibulah yang berjuang merawatku dan ia tentu selalu mengerti apa mauku bila aku menangis atau terbangun ditengah malam gelap gulita. Yang aku ingat, saat aku merayakan ulang tahunku yang pertama, boneka 'susan' lah yang menjadi kado terindah yang ibu beri untukku (hehehe). Setelah aku mulai menginjak 2 sampai 4 tahun (saat aku mulai masuk taman kanak-kanak 'nol kecil'), ibu sangat rajin dan selalu siap sedia dengan kameranya. Ia selalu peka dengan gerak-geriku. ibu akan mulai merayuku untuk bergaya didepan kameranya. dan aku sangat mengerti bahwa ibu akan sangat senang bila aku merespon ajakannya dan mulai berpose. Biasanya saat-saat itu terjadi ketika aku baru selesai mandi, ketika aku punya baju baru, ketika aku bertingkah centil, dan ketika aku menunggu ayah pulang karena aku harus selalu terlihat rapi sore itu. 4tahun umurku setelah bertambah, aku mulai memasuki dunia taman kanak-kanak kelas nol kecil. Yang masih kuingat, tiap aku pulang sekolah ibu akan selalu melakukan hal yang sama, ia akan memeriksa tas sekolahku. Ibu akan melihat kotak makanan bekelku (habis atau engga ya?), setelah itu buku catatanku (sudah sampai mana aku belajar?), dan jepit-jepit rambutku yang terkadang tertinggal di kelas (hahaha 'ada-ada aja')Tak hanya itu, setiap malam saat aku mulai mengantuk, ibu akan mengetes kemampuan otakku. saking inginnya membuat aku pintar, terpasang banyak sekali poster di kamarku yang beraneka ragam dari mulai poster huruf-huruf abjad dari A sampai Z, poster huruf-huruf hijaiyah, bahkan poster bergambar macam-macam binatang laut (hahaha lucunya). Sampai saat ini, setelah hampir 17 taun aku menjadi anaknya, ibu tetap dan akan selalu menjadi manusia paling hebat di hidupku. Ia selalu menjadi penguat dalam semangatku yang rapuh, ia selalu menjadi penyejuk dalam kegelisahan hatiku, dan ia yang selalu mengirimkan doa-doa harapannya untukku. Semoga aku bisa menyaingi ibu untuk menjadi anak yang paling hebat untuknya, kelak! (amiiinnn). Huh,
rasanya tak akan perlu waktu sebentar untuk menceritakan kehebatan-kehebatan lain ibuku.
namun, setidaknya itu semua kasih dan sayangnya yang nyata aku rasakan sampai hari ini. Aku sayang sekali pada manusia paling hebat itu melebihi apapun di dunia ini, kalian juga kan?
:)
adore, and love you always MOM!



Kutulis ini saat aku masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Atas..